Backup dan Restore Database MySQL lewat Shell/Konsole

Sekedar sharing, beberapa waktu lalu saya dibuat bingung dengan command mysqlimport. Ternyata command ini tidak di peruntukkan restore database, tapi digunakan untuk append data dari database backup ke database asli. Sehingga jika ingin melakukan restore, kita bisa menggunakan command mysql.

Backup Database:

mysqldump -u user_name -ppassword_user namadb /path/nama_db_backup.sql

Atau jika ingin langsung di compress:

mysqldump -u user_name -ppassword_user namadb | gzip > /path/nama_db.gz

Restore Database:

mysql -u user_name -p nama_db < /path/nama_db_backup.sql

Ganti user_name, password, nama_db dan path sesuai dengan parameter anda.

Advertisements

RESOLVED – Inno Setup Error: Attempt to deploy DLL file from own Windows System directory

Error: Attempt to deploy DLL file from own Windows System directory. See the “Unsafe Files” topic in the help file for more information on why this is dangerous and should be avoided.

Biasanya error diatas terjadi karena Inno Setup tidak mengijinkan untuk menambahkan file DLL di system32, karena bisa jadi file DLL tersebut tidak kompatibel dengan versi Windows yang dipakai. Untuk menghilangkan error diatas, masukkan flags :

allowunsafefiles

Remote Administrator (Radmin) 3.4 + Keygen

Radmin

Radmin

Radmin merupakan software untuk melakukan remote komputer lewat jaringan ataupun internet. Cara penggunaan Radmin sangat simpel dan mudah. Radmin versi 3 keatas ini sudah support chatting, voice call, mouse scroll dll. Dan tentunya sudah support juga untuk OS Windows Vista keatas.

Dulu untuk mencari keygen Radmin versi 3 ini sangat susah, adapun paling cuman menggunakan timer stop trial, dan kadang-kadang juga tidak berhasil. Supaya Radmin server nya berjalan sempurna. Kita bisa menggunakan Keygen yang dibuat oleh Embraz.

Jika Radmin Keygen yang pertama tidak berhasil, gunakan yang Keygen Fix.

Download :

Radmin Server 3.4
Radmin Viewer 3.4
Radmin Viewer 3.4 Portable
Radmin Keygen
Radmin Keygen Fix

Mengembalikan File yang di hidden virus

Sudah sangat sering saya dapat pertanyaan dari teman-teman, Bagaimana cara mengembalikan file yang di hidden oleh virus. Padahal jika kita rajin mencari info di internet, ada sangat banyak cara untuk mengembalikan file yang di sembunyikan oleh virus. Ada banyak tools juga yang bisa digunakan untuk mengembalikan file yang di sembunyikan. Bahkan ada juga antivirus yang dapat melakukan hal tersebut.

Cara yang saya gunakan disini adalah menggunakan fasilitas dari Windows itu sendiri, yaitu menggunakan perintah “attrib“. Langkah-langkah nya sebagai berikut :

  • Buka Run -> ketik CMD -> Enter

Ketik :

attrib -s -h x:\*.* /s /d

Keterangan :

  • attrib : command untuk mengubah atribut pada file di Windows
  • -s (system) : File yang akan di munculkan di jadikan file biasa (bukan file sistem)
  • -h (hidden) : Untuk memunculkan file yang hilang
  • x : Drive dimana anda akan memunculkan file, misal flashdisk anda di drive E:\, ganti x:\ dengan E:\
  • *.* : Ini artinya semua file akan di munculkan. Bintang pertama adalah nama file, bintang kedua adalah ekstensi.
  • /s (Subfolder) : File yang akan dimunculkan termasuk di dalam subfolder.
  • /d (directory) : Folder yang ter-hidden juga dimunculkan.

Untuk lebih lengkapnya ketik :

attrib /?

Silahkan dicoba 😀

ESET NOD32 License / Lisensi ESET NOD32 (Valid until 23-05-2012)

ESET NOD32

ESET NOD32

Setelah seperempat jam berjibaku dengan om google, akhirnya dapet juga lisensi untuk NOD32 yang umurnya masih lumayan panjang. Bagi yang berminat silahkan di sruput :

Download lisensi

Silahkan digunakan sebagaimana mestinya.

Sharing Koneksi Internet Menggunakan Network Bridge

Kebanyakan kantor atau tempat kerja kita sudah memiliki koneksi internet, tapi tidak semua tempat kerja / kantor kita mempunyai Access Point sebagai sarana koneksi ke internet. Sehingga kalau kita punya Gadged (Smartphone, Komputer Tablet, PS2 dll) tidak bisa terkoneksi dengan internet karena gadget biasanya menggunakan koneksi wireless.

Pada tutorial kali ini kita asumsikan bahwa kita mempunyai sebuah leptop/notebook yang didalamnya sudah ada LAN dan Wifi. Kita akan membuat seolah-olah Wifi pada notebook kita dijadikan sebagai Access Point (walaupun menggunakan mode Add-Hoc/Peer to Peer).

LAN terkoneksi dengan jaringan kantor, sedangkan Wifi kita koneksikan dengan Gadget. Konfigurasi IP Address bisa menggunakan DHCP atau manual. Tapi disini kita akan menggunakan yang manual. Tapi pada tutorial kali ini saya saya tidak menggunakan Notebook, melainkan menggunakan PC yang sudah saya pasang USB Wifi.
Berikut Spek PC yang saya pakai :

  • Mainboard : Gigabyte P55-US3L
  • Proccessor : Intel Core i5 750
  • Memory/RAM : 8 GB
  • LAN : Realtek GbE
  • Wifi : TL-WN321G USB Wireless Adapter
  • OS : Windows Server 2008

Kurang lebih nanti penampakannya sbb :

Network Bridge

Network Bridge

Sebelumnya pastikan driver Wifi sudah terinstal, berikut langkah-langkah untuk membuat Network Bridge :

  1. Buatlah 1 buah koneksi Wireless dengan tipe Ad-Hoc/Point to Point / Peer to Peer.Ad-Hoc 1
  2. Ad-Hoc 1
    Ad-Hoc 2

    Ad-Hoc 2

    Ad-Hoc 3

    Ad-Hoc 3

    Ad-Hoc 4

    Ad-Hoc 4

  3. Sambungkan / Bridge antara LAN dan Wifi.
  4. Bridge

  5. Tunggu Beberapa saat samapi proses bridging selesai.
  6. Proses Bridging

  7. Setelah proses bridging selesai, maka akan muncul icon Network Bridge.
  8. Network Bridge Berhasil Dibuat

  9. Setting IP Addres Sesuai dengan yang dipakai pada jaringan anda.
  10. Setting IP

    Setting IP

Demikian langkah-langkah untuk membuat sharing koneksi internet menggunakan Network Bridge. Akhir kata, semoga bermanfaat.

Kritik saran dan pertanyaan sangat ditunggu.

SQL Server 2000, Error 8144: Procedure or function sp_attach_db has too many arguments specified

Beberapa jam yang lalu, pada saat melakukan maintenance Database di salah satu klien terbesar, saya mendapatkan error pada saat attach Dabatase. Setelah sedikit googling , langsung saya dapatkan akar dari permasalahannya.

Error tersebut merupakan bugs SQL Server 2000, seperti dijelaskan di website resmi Microsoft, pada saat kita Attach database dengan Filegroup labih dari 16 file, maka akan muncul error tersebut. Untuk attach file database tersebut kita bisa menggunakan Script yang dijalankan pada ISQLW (Query Analyzer).

Script Query :

CREATE DATABASE MY_DATABASE
ON PRIMARY (FILENAME = 'D:\database\my_db.mdf')
FOR ATTACH

Kita hanya perlu melakukan attach file MDF nya saja, filegroup yang lain akan otomatis terpasang dengan sendirinya.

Setelah itu, lanjut dengan maintenance database. 😀

Advertisements
%d bloggers like this: