Posts Tagged ‘ komputer ’

Sharing Koneksi Internet Menggunakan Network Bridge

Kebanyakan kantor atau tempat kerja kita sudah memiliki koneksi internet, tapi tidak semua tempat kerja / kantor kita mempunyai Access Point sebagai sarana koneksi ke internet. Sehingga kalau kita punya Gadged (Smartphone, Komputer Tablet, PS2 dll) tidak bisa terkoneksi dengan internet karena gadget biasanya menggunakan koneksi wireless.

Pada tutorial kali ini kita asumsikan bahwa kita mempunyai sebuah leptop/notebook yang didalamnya sudah ada LAN dan Wifi. Kita akan membuat seolah-olah Wifi pada notebook kita dijadikan sebagai Access Point (walaupun menggunakan mode Add-Hoc/Peer to Peer).

LAN terkoneksi dengan jaringan kantor, sedangkan Wifi kita koneksikan dengan Gadget. Konfigurasi IP Address bisa menggunakan DHCP atau manual. Tapi disini kita akan menggunakan yang manual. Tapi pada tutorial kali ini saya saya tidak menggunakan Notebook, melainkan menggunakan PC yang sudah saya pasang USB Wifi.
Berikut Spek PC yang saya pakai :

  • Mainboard : Gigabyte P55-US3L
  • Proccessor : Intel Core i5 750
  • Memory/RAM : 8 GB
  • LAN : Realtek GbE
  • Wifi : TL-WN321G USB Wireless Adapter
  • OS : Windows Server 2008

Kurang lebih nanti penampakannya sbb :

Network Bridge

Network Bridge

Sebelumnya pastikan driver Wifi sudah terinstal, berikut langkah-langkah untuk membuat Network Bridge :

  1. Buatlah 1 buah koneksi Wireless dengan tipe Ad-Hoc/Point to Point / Peer to Peer.Ad-Hoc 1
  2. Ad-Hoc 1
    Ad-Hoc 2

    Ad-Hoc 2

    Ad-Hoc 3

    Ad-Hoc 3

    Ad-Hoc 4

    Ad-Hoc 4

  3. Sambungkan / Bridge antara LAN dan Wifi.
  4. Bridge

  5. Tunggu Beberapa saat samapi proses bridging selesai.
  6. Proses Bridging

  7. Setelah proses bridging selesai, maka akan muncul icon Network Bridge.
  8. Network Bridge Berhasil Dibuat

  9. Setting IP Addres Sesuai dengan yang dipakai pada jaringan anda.
  10. Setting IP

    Setting IP

Demikian langkah-langkah untuk membuat sharing koneksi internet menggunakan Network Bridge. Akhir kata, semoga bermanfaat.

Kritik saran dan pertanyaan sangat ditunggu.

Delete/Menghapus File lama menggunakan *.bat

Langsung saja, suatu saat kita perlu untuk menghapus file lama yang sudah tidak digunakan. Biasanya kita lakukan pada file hasil backup. Saya sendiri menggunakan Cobian Backup untuk melakukan backup (lewat jaringan) pada file database yang berada diserver. Tapi kelemahan Cobian tersebut adalah tidak bisa otomatis menghapus file-file lama yang telah di backup. Sehingga file akan selalu bertambah dengan berjalannya waktu.

Setelah googling, akhirnya saya menemukan script bat yang powerful untuk melakukan tugas delete tersebut. Untungnya, Cobian menyediakan event yang dapat meng-eksekusi program atau bat pada waktu post-backup (setelah proses backup selesai). Sehingga script yang nanti kita buat, akan kita masukkan ke event post backup yang tersedia di Cobian.

Jika anda ingin menghapus secara rutin (Tanpa Cobian atau tools lain), anda bisa menggunakan Schedule Task bawaan OS Windows. Langsung saja, berikut kode nya:

forfiles /P "C:\nama_folder" /S /M backup*.bak /D -7 /C "CMD /C DEL @file"

Tulis script tersebut pada notepad atau text editor kesayangan anda, dan simpan dengan ekstensi bat. Jika ada yang error dengan script diatas, kemungkinan file forfiles tidak ada pada komputer anda, jika belum ada silahkan download di ftp://ftp.microsoft.com/ResKit/y2kfix/x86/.

Penjelasan script:

/P "C:\nama_folder", adalah folder dimana file yang akan di hapus berada.

/S, merupakan satu kesatuan dengan /P, yaitu akan mencari juga di subfolder.

/M backup*.bak, adalah Masking nama file yang akan di delete. Misal Nama file nya adalah backup_20100612_0000.bak, maka file yang akan dihapus adalah file yang berawalan backup dan ber ekstensi .bak.

/D -7, adalah umur dari file yang akan dihapus, -7 menunjukkan file yang umur nya 7 hari dari sekarang. Anda juga bisa menggunakan parameter tanggal pada opsi /D ini.

/C "CMD /C DEL @FILE", adalah opsi untuk menjalankan Command prompt setelah file yg ditentukan berhasil dicari, /C yg kedua adalah milik perintah CMD (Command Prompt) yang akan mengeksekusi perintah selanjutnya, yaitu DEL (Delete), dan @FILE merupakan file yang berhasil ditemukan menggunakan opsi² yang telah ditentukan didepan.

Sebenarnya masih banyak lagi opsi yang bisa dipakai untuk melakukan penghapusan tersebut. perintah forfiles hanya digunakan untuk mencari file dengan kriteria tertentu, sedangkan untuk menghapus tetap menggunakan perintah standar DOS, yaitu DEL (Delete). Untuk menambahkan log, bisa ditambahkan di baris paling akhir dengan menambahkan pipe, sehingga script nya menjadi:

forfiles /P "C:\nama_folder" /S /M backup*.bak /D -7 /C "CMD /C DEL @file | CMD /C echo [%DATE% %TIME%] - @FILE - Berhasil Dihapus..."

Untuk opsi² lain silahkan baca di help-nya dengan mengetikkan forfiles /?

Okey, Sekian dulu tutorial dari saya. Semoga bermanfaat.

Download Binder PDF PC Media 2009

PC Media 2009

Sebelumnya saya mohon maaf atas keterlambatan posting ini. Sesuai dengan janji saya, saya meng-upload Binder PDF PC Media tahun 2009 edisi Bulan Januari sampai dengan bulan Desember. Semoga Binder ini bermanfaat bagi anda. Dan kepada Pihak PC Media, jika anda tidak berkenan dengan sharing file ini, saya akan segera menghapus file ini.

Terima kasih

Link : Download

Menghilangkan Arrow Shortcut pada Windows 7

Arrow shortcut pada Windows 7 maupun Vista terlihat sangat besar, sehingga kurang sedap jika dipandang. Sebenarnya ada banyak trik mauapun tools yang bisa menghilangkan atau mengganti arrow tersebut. Salah satunya adalah dengan mengubah pada Regedit. Berikut adalah cara menghilangkan menggunakan regedit.

  1. Unduh file ini.
  2. Ekstrak file tersebut.
  3. Copy file Blank.ico ke direktori c:\Windows.
  4. Jalankan file 32-bit_Remove_Shortcut_Arrow.reg.
  5. Kemudian Log Off atau restart komputer.

Teknik ini saya dapatkan di http://www.sevenforums.com/tutorials/3606-shortcut-arrow-remove-restore.html. Masih ada teknik lain, silahkan dicoba sendiri.

Local Server Mirror Update NOD32 v2.7

Antivirus NOD32 merupakan salah satu Antivirus yang ampuh untuk memberantas virus-virus nakal baik virus lokal maupun luar negeri. Tulisan ini saya buat karena banyak teman-teman yang tanya tentang langkah-langkah pembuatan mirror NOD32. Disini akan dijelaskan setting pada server (Mirror server) dan Client.

  • Apa tujuan pembuatan mirror update?

Tujuannya adalah menghemat bandwidth internet pada jaringan kita, yaitu hanya satu komputer (server NOD32 Lokal) saja yang melakukan update secara otomatis ke server NOD32/ESET yang berada di internet dan komputer lain tinggal meng-update ke server NOD32 Lokal yang berada dijaringan lokal. Bayangkan jika ada 100 atau lebih komputer pada kantor kita yang rame-rame meng-update antivirus NOD32 ke internet secara bersamaan dalam setiap jam.

  • Cara Kerja Server NOD32.

Pertama kali Komputer server NOD32 melakukan update ke server NOD32 di internet, setelah berhasil update kemudian komputer tersebut meng-generate file hasil update-an tersebut kekomputer lokal. Kemudian dengan menggunakan webserver/file sharing file hasil generate tersebut digunakan untuk meng-update semua komputer yang berada di jaringan lokal.

  • Setting pada Komputer Server.

Pada contoh disini saya menggunakan NOD32 2.7 dengan komputer server menggunakan IP 172.16.21.2. Sebelumnya anda diwajibkan untuk men-download tool untuk meng-generate file hasil update, namanya NOD32 Admin Module. Silahkan download jika anda belum punya, dan anda membutuhkan software webserver seperti Apache atau Xitami. Disini saya menggunakan Apache sebagai webserver-nya.

Langkah-langkah setting dan pembuatannya adalah sebagai berikut:

  1. Install Webserver (Apache) pada komputer yang akan dijadikan server mirror. Next.. Next.. Next..
  2. Test webserver Apache dengan mengetikkan IP Komputer server mirror (172.16.21.2) pada web browser, jika muncul halaman Apache, instalasi berhasil.
  3. Buka Windows Explorer, dan cari letak folder htdocs pada folder instalasi Apache kemudian catat letaknya. Pada komputer saya terletak di : C:\Program Files\Apache Group\Apache2\htdocs
  4. Install NOD32 v2.7 pada komputer server mirror kemudian restart.
  5. Buka folder Tool Admin Module yang telah anda download, cari file nod32.xml, buka menggunakan notepad atau wordpad.
  6. Cari baris : <NODE NAME=”PathCD” TYPE=”STRING” VALUE=”C:\nod32 updates\” />
  7. Ganti : VALUE=”C:\nod32 updates\” dengan folder htdocs yang tadi kita catat –> “C:\Program Files\Apache Group\Apache2\htdocs\”
  8. Sehingga menjadi : <NODE NAME=”PathCD” TYPE=”STRING” VALUE=”C:\Program Files\Apache Group\Apache2\htdocs\” />
  9. Save file tersebut.
  10. Install Adm Module dengan cara double klik “install.cmd” (hati-hati..!!! bukan file “setup.exe” yang di klik).
  11. Restart komputer, dan seharusnya Pada NOD32 anda akan muncul menu mirror.
  12. Lakukan update ke internet.
  13. Buka Win Explorer dan buka alamat yg tadi kita simpan (C:\Program Files\Apache Group\Apache2\htdocs\), seharusnya disitu akan ada folder baru dengan nama “nod_upd” yang berisi file update NOD32. Jika ada, berarti anda telah berhasil melakukan setting pada server mirror NOD32. Selamat…!!!

Setting pada Komputer Client.

  1. Saya beranggapan bahwa anda telah menginstal NOD32 pada komputer client.
  2. Klik icon NOD32 pada systray.
  3. Klik menu Update kemudian klik setup.
  4. Kemudian akan muncul window baru, klik server > add, dan masukkan alamat http://172.16.21.2/nod_upd/&#8221; (lihat gambar)

  1. OK.. OK..
  2. Pada menu dropdown Server, Pilih http://172.16.21.2/nod_upd/&#8221; [OK]
  3. Sekarang klik update. NOD32 pada client akan otomatis meng-update dirinya jika server pada mirror juga ter-update.

Selamat mencoba. Kritik dan saran saya tunggu.
Sekian dulu, semoga bermanfaat.

WinMount Portable – Virtual Drive Portable

Ada banyak software yang digunakan untuk membaca atau melakukan mount pada suatu file image (*.iso, *.nrg, *.img, *.bin, *.mds/mdf, dll). Sebagai contoh Alcohol 120%, Daemon Tool dll. Tapi dari kebanyakan software tersebut harus diinstal dulu, sehingga kurang fleksibel dan kurang baik jika hanya digunakan sebentar. Maka dari itu sebaiknya kita menggunaan software portable, sehingga tidak perlu melakukan instalasi. Ada beberapa Virtual Drive Portable, tapi disini saya menggunakan WinMount Portable. WinMount Portable dapat melakukan hampir semua file image, bisa juga melakukan mounting file kompresi (rar, zip, 7z dll). Bahkan dapat juga digunakan sebagai explorer dan archiver.

File yang didukung:

  • Archive : RAR, ZIP, 7z, MOU
  • Image : ISO, NRG, BIN/CUE, CCD, BWT, MDS/MDF, IMG, ISZ
  • Audio CD : FLAC, APE, WV
  • Virtual Hard disk : VHD (virtual hard disk), VDI (Virtual Box), VMDK (VMWare)
  • Others : Mount folder, Microsoft WIM, WMT, ramdisk.

Cara pemakain

mount1

Tampilan sebelum WinMount dijalankan.

mount2

Tampilan utama WinMount.

mount3

Setelah WinMount dijalankan, otomatis akan terdapat satu Virtual drive, Untuk melakukannya, kita tinggal klik icon Mount File dan pilih file yang akan di mount.

select

Kita juga dapat mount file ke sembarang drive sesuai dengan keinginan kita. Caranya klik icon Mount To, pilih file yang akan di mount dan pilih letter drive tujuan mounting.

eject

Untuk mengeluarkan file yang di mount (unmount) kita bisa klik kanan drive dan klik eject/unmount. Bisa juga dilakukan dari halaman utama WinMount.

Fitur Tambahan

winmount-browser-archiver

WinMount sebagai Explorer dan Archiver

winmount-archiver

WinMount sebagai Archiver.

Selain kelebihan² diatas, masih ada banyak kelebihan lain, diantaranya disediakannya theme dan yang kelebihan yang paling menguntungkan adalah Software ini Gratis.

Bagi anda yang berminat, silahken Download disini.

Instal Windows XP dari USB Flashdisk

Tulisan ini saya ambil dari detikinet.com. Dan bagi anda yang sudah veteran, tulisan ini mungkin sudah kadaluwarsa. Karena iseng dan untuk ngisi waktu luang, saya posting lagi tulisan ini, yang mudah-mudahan dapat berguna bagi temen-temen sekalian…
Dan yang pasti cara² disini sudah saya uji coba dan berhasil. Instalasi menggunakan USB Flashdisk lebih cepat dari pada menggunakan CD, dikarenakan read dan transfer data yang dilkakukan lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan CD. Selamat mencoba…

Yang Harus Disiapkan:

  1. Sebuah komputer yang dilengkapi optical drive (CD atau DVD) dan port USB yang dapat bekerja dengan baik.
  2. Sebuah USB flash disk berkapasitas 1 atau 2 GB.
  3. CD instalasi Windows XP.
  4. Aplikasi pembuat modul instalasi (USB_PREP8 dan PEtoUSB) yang dapat diunduh cuma-cuma melalui link http://www.4shared.com/file/98473785/fba28ed3/winxp_usb.html
  5. Do’a dan keberanian!

Langkah-langkah Pembuatan:

  1. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.
  2. Saat Anda berada di posisi normal (desktop), masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.
  3. Unduh dan ekstrak aplikasi yang penulis berikan. Saran penulis, ekstrak seluruh isinya ke sebuah folder, semisal C:\USB. Continue reading
%d bloggers like this: